Blunder Pemerintah

Pemerintah membatalkan rencana mengeluarkan sejumlah bidang usaha garapan UMKM dari Daftar Negatif Investasi (DNI) usai menerima masukan dari Kadin.

Hati-hati dengan blunder. Baru beberapa bulan kemarin, di final Liga Champions 2017-2018, Karius, kiper Liverpool melakukan blunder. Maksudnya mengoper pada bek Liverpool, ia lupa pemain lawan masih di depannya, karena lemparannya lemah, pemain Real Madrid berhasil merebut lalu menendang bola. Gawang Karius kebobolan.

Tidak hanya mengakibatkan Liverpool kalah, tapi ia juga kena bully di internet. Usut punya usut, sebenarnya Karius sempat mengalami gegar otak, sehingga ia tidak sadar performanya menurun. Besar kemungkinan karena pemain lawan sempat menabraknya di awal babak kedua. Bisa dibilang Karius sedang kena nasib sial, karena tidak tahu dirinya gegar otak.

Blunder lain yang terkenal di dunia sepak bola, yaitu blunder Rene Higuita. Rene Higuita adalah kiper Kolombia saat melawan Kamerun di Piala Dunia 1990. Berambut keriting, gondrong, berkumis dan melakukan penyelamatan ala kalajengking, menjadikannya terkenal sebagai kiper nyentrik. Sayangnya pada pertandingan melawan Kamerun ia terlalu jumawa. Berjarak 32 meter dari gawangnya, Ia malah oper-operan dengan rekan satu timnya. Roger Milla yang kala itu masih menjadi striker Kamerun, berhasil merebut bola, menggiringnya, dan mencetak angka. Kolombia pun gagal lolos ke perempat final Piala Dunia.

“Saya bingung, hari ini bilang A, besok beda. Sebelumnya 54 (bidang usaha), kemudian berubah angkanya.”

Kalau yang melakukan blunder pemain sepak bola, masih wajar lah, paling pol kena bully atau dijadikan meme. Tapi kalau yang pemerintah blunder, bukan masalah sepele, nasib jutaan rakyat dipertaruhkan. Soalnya, belakangan pemerintah blunder dengan mengeluarkan bidang usaha skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti warung internet, dari Daftar Negatif Investasi (DNI).

Dengan kata lain, UMKM terbuka 100% untuk Penanaman Modal Asing (PMA). Prabowo pun langsung berkomentar untuk membela UMKM yang selama ini memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat di sektor bawah. Ia menilai ada ketidaktegasan dalam mengambil kebijakan.

Kalau yang blunder pemain sepak bola masih wajar, tapi kalau pemerintah blunder, nasib jutaan rakyat dipertaruhkan.

Di sela Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri La, Jakarta, Ia menyampaikan, “Saya bingung, hari ini bilang A, besok beda. Sebelumnya 54 (bidang usaha), kemudian berubah angkanya.” Sandiaga melontarkan pernyataan senada, “Ini pertanda pemerintah panik dot kom atau benar-benar ekonomi kita sedang demam.” Tidak hanya Prabowo-Sandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani juga menilai DNI tidak terlalu penting untuk direlaksasi.

Akhirnya, setelah seminggu berselang, aturan pun direvisi. Pemerintah memastikan UMKM tidak masuk dalam daftar revisi DNI. Tidak terbuka untuk Penanaman Modal Asing. Kita puji langkah pemerintah yang telah mengambil langkah tepat. Meski, saya yakin suporter sudah terlanjur kecewa. (kris)